SI KUPU-KUPU

Si Kupu-Kupu
Oleh : Via Wulan Rahmadini

Memandang jauh ke depan dan berharap semua pintu dunia terbuka untuk nya
Kupu-kupu itu sedikit demi sedikit menabrak kaca penghalang
Berharap kaca tersebut pecah dan ia pun bisa keluar
Padahal dia tahu kaca itu tidak akan retak apalagi pecah
Yang ia tahu adalah berusaha hingga ia mati
Atau hanya mati tanpa berbuat apa-apa

Dia tidak pernah keluar
Dia tidak pernah melihat indahnya dunia
Baginya tak berlaku kupu-kupu di taman
Indahnya bunga-bunga hanyalah semu
Manisnya bunga hanyalah angin lewat saja

4:30:40
21 Juni 2016

Benturan keras menerobos kaca
Jadi pelipur lara pemecah sunyinya hati
Dia berteriak memanggil kawannya
"Dimana kalian ?!"
Tapi apalah daya kaca tersebut tebal sangat
Ia hanya mendengar gema suaranya sendiri

"Aku juga tak akan memilih hidup seperti ini"
Begitulah pikirnya
Jika aku bisa memilih
Jika aku diberi kesempatan

Tiada tawa disini Ya Tuhan !!!
Dimana anugerah-Mu itu
Tiada suara disini
Tiada sama sekali

Hanya aku...
Si kupu-kupu kesepian
Bahkan aku pun tak dapat meendengar detak jantung ku sendiri
Ada apakah dengan ku hingga begini jadinya

Apakah tiada tempat lagi untuk ku
Kenapa kejam sekali terhadap ku
Apa bedanya diri ku ini
Aku hanyalah Si kupu-kupu kesepian
Aku adalah
Si kupu-kupu yang malang

............................................

21:14:27
21 Juni 2016

source : http://alannacavanagh.blogspot.ca/2015/04/new-work.html?m=1
8:31 AM
11/19/2020












 

Komentar